teori kognitivistik

Teori Kognitivistik : Pengertian, Ciri, Kelebihan, Kekurangan, Dan Contoh Penerapannya

Teori kognitivistik adalah salah satu teori yang digunakan oleh seseorang dalam belajar. Teori ini lebih menekankan pada suatu proses yang terjadi dalam pikiran manusia. Teori ini sangat umum dikaitkan dengan proses belajar, di mana proses belajar tersebut terjadi karena adanya variabel penghalang dalam aspek-aspek kognisi seseorang.

 

Apa Itu Teori Kognitivistik?

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, teori ini merupakan proses belajar seorang individu untuk dapat memahami berbagai hal yang ada di sekitar. Teori ini mengakui pentingnya faktor individu dalam belajar tanpa mengesampingkan faktor eksternal. Misalnya faktor lingkungan sehingga pengetahuan yang didapat bersifat non-objektif, untuk sementara waktu hingga selalu berubah.

Otak difungsikan sebagai alat untuk menginterpretasi hingga munculnya makna yang unik. Belajar merupakan hasil interaksi yang terus menerus dari seseorang dan lingkungannya dalam melalui proses pembelajaran. Dengan adanya teori ini maka seorang siswa dapat memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih luas dan akan dapat disimpan dalam ingatan mereka.

Teori kognitivistik sendiri akan membuat siswa dilatih untuk berpikir cerdas ketika menyelesaikan masalah yang dihadapi. Di sini, pelajar dituntut untuk menggali pengetahuan secara mandiri. Tentu saja sesuai dengan penjelasan tokoh psikologi, Jean Piaget mengenai teori ini yaitu pentingnya menggunakan akal dan nalar ketika mempelajari sesuatu.

 

Ciri Ciri Teori Kognitivistik

Secara singkat teori ini akan membuat siswa tidak hanya belajar menghafal namun juga belajar bagaimana siswa menangkap makna dari proses pembelajaran tersebut. Berangkat dari hal tersebutlah, membuat teori ini memiliki beberapa ciri khusus, antara lain :

  • Teori ini lebih mementingkan apa yang terdapat dalam diri manusia.
  • Teori kognitivistik lebih fokus pada bagian-bagian belajar.
  • Mementingkan peranan kognitif.
  • Lebih fokus pada kondisi waktu saat ini.
  • Lebih mementingkan pembentukan struktur kognitif.

Ciri khas dari teori ini adalah memperoleh dan menggunakan bentuk-bentuk representatif yang mewakili objek tersebut ketika dihadirkan dalam diri seseorang. Bentuk-bentuk tersebut bisa melalui tanggapan dan gagasan yang semuanya merupakan sesuatu bersifat mental. Dengan demikian maka jenis pengetahuan yang didapatkan siswa juga akan semakin luas.

Dalam arti kognitivistik, siswa yang belajar akan memiliki kemampuan yang berbeda. Perbedaan tersebut akan menimbulkan kesenjangan dari mereka. Untuk itulah dibutuhkan peran seorang guru yang dapat mengontrol dan membuat semua siswa berada dalam kondisi seimbang. Meskipun selaku pembimbing, guru tidak mampu mengontrol perbedaan yang muncul.

teori kognitivistik

Kelebihan Teori Kognitivistik

Teori ini akan membuat seorang siswa berpikir secara cerdas dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Dari ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas, teori ini lebih menekankan pada proses belajar dari seorang siswa. Untuk itulah memahami kelebihan dari teori ini tentu menjadi hal yang penting, kelebihan tersebut antara lain :

  • Teori ini lebih mengutamakan pada pengembangan pengetahuan yang dimiliki oleh setiap orang, pendidik atau guru hanya perlu memberikan dasar materi dan kelanjutan belajar tergantung dari masing-masing individu.
  • Guru mampu memaksimalkan ingatan siswa, hal ini tentu sangat diperlukan karena salah satu peran kognitif adalah menekankan pada daya ingat individu yang belajar.
  • Para ahli berpendapat bahwa kognitivistik memiliki arti yang sama dengan kreasi atau pembuatan suatu hal baru maupun sesuatu yang baru dari sesuatu yang sudah ada. Di sini siswa dituntut untuk dapat berkreasi.
  • Teori ini mudah untuk diterapkan dalam dunia pendidikan, di Indonesia sendiri sudah banyak diterapkan termasuk dalam segala tingkatan sekolah.

Kekurangan Teori Kognitivistik

Selain kelebihan dari teori ini, Anda juga perlu mengetahui apa saja kekurangan dari penerapan teori kognitivistik. Kekurangan dari teori ini diantaranya :

  • Dalam teori ini semua individu dianggap memiliki daya ingat yang sama, padahal kemampuan siswa mengenai hal tersebut tentu berbeda-beda.
  • Guru terkesan tidak memperhatikan cara siswa dalam mengembangkan pengetahuan dan cara dalam mencari pengetahuan tersebut.
  • Siswa tidak akan paham sepenuhnya mengenai materi yang sudah diberikan.
  • Bagi sekolah kejuruan, siswa akan merasa kesulitan dalam praktik kegiatan dan materi jika hanya menerapkan teori ini.
  • Kemampuan siswa dalam mengembangkan materi yang sudah diterima tidak akan berkembang apabila hanya dibiarkan.

Contoh Penerapan Teori Kognitivistik

Menurut Sampoerna University, Teori Kognitivistik merupakan salah satu metode belajar yang menuntut kreativitas siswa untuk dapat mengembangkan materi yang sudah diterima. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, seperti apa contoh dari penerapan teori ini. Berikut beberapa contohnya, antara lain :

 

  • Guru harus memahami bahwa semua siswa bukanlah orang dewasa yang mudah dalam memproses suatu pikiran.
  • Anak dalam masa pra dan awal sekolah dasar menggunakan benda-benda nyata disertai dengan aktifnya siswa untuk belajar.
  • Guru menyusun materi menggunakan pola maupun logika tertentu yang sifatnya sederhana sehingga akan mudah untuk dipahami siswa.
  • Guru harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, dengan memperhatikan perbedaan individual siswa guna mencapai keberhasilan pembelajaran.

 

Meskipun tidak cukup hanya dengan teori ini, namun penerapan kognitivistik dalam proses pembelajaran secara tidak langsung membentuk siswa untuk menjadi mandiri. Siswa terbiasa mengolah materi dan mempelajarinya secara individu sehingga mampu menemukan solusi dari setiap masalah yang dihadapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *